Kebebasan Berorganisasi adalah HAK, Akuntabilitas adalah Kewajiban

13 Pakar LSM Berkumpul di Jakarta untuk Menyusun Indeks Keberlanjutan LSM di Indonesia 2018

Direktur Eksekutif Konsil LSM Indonesia, Misran Lubis (kiri) dalam sesi Diskusi Panel Exper (21 Maret 2019) di Jakarta, sedang mempresentasikan hasil FGD Indeks Keberlanjutan LSM Indonesia yang dilakukan di Makasar beberapa waktu lalu. (FR Foto/Konsil LSM)

JAKARTA, KONSIL LSM INDONESIA – Setelah sukses menerbitkan Indeks Keberlanjutan LSM Indonesia selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2014, kembali, pada tahun 2019 ini Konsil LSM Indonesia akan menerbitkan Indeks Keberlanjutan LSM di Indonesia tahun 2018. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, metodologi riset yang digunakan oleh Konsil LSM Indonesia bersifat kualitatif, dengan mengadakan serangkaian kegiatan FGD (Focus Group Disscussion) yang di gelar di beberapa daerah di Indonesia, kajian literatur sosio – politik yang berkaitan atau berdampak terhadap LSM di Indonesia, dan terakhir Panel Expert Meeting.

Berbasis data-data yang didapat dalam FGD dan studi literatur, selanjutnya Konsil LSM Indonesia memperesentasikan temuan tersebut dalam agenda Panel Expert Meeting Penyusunan Indeks Keberlanjutan LSM di Indonesia tahun 2018, pada Kamis 21 Maret di Hotel Cemara, Jakarta. Tim Panel Expert merupakan gabungan 12 orang ahli dengan berbagai latar belakang, diantaranya akademisi, aktivis LSM, Jurnalis; 1 orang peninjau dari USAID Indonesia, dan penulis laporan CSO SI. Selanjutnya, dengan menggunakan skor 1 – 7 (semain tinggi nilai maka menandakan kondisi yang buruk. Sebaliknya, semakin rendah nilai tiap dimensi menandakan kondisi yang baik) tim Panel Expert akan  menilai satu persatu dari tujuh dimensi yang menjadi indikator Indeks Keberlanjutan LSM di Indonesia.

Indeks Kebelanjutan LSM di Indonesia atau Civil Society Organization Sustainability Index (CSOSI), adalah serangkaian program riset yang didukung oleh USAID dan dilakukan secara global dan serentak di Afrika, Eropa dan Asia. Di Asia, Indonesia menjadi salah satu dari sembilan negara pengambilan sample penelitian, adapun depalan negara lainnya yakni Thailand, Cambodia, Myanmar, Filipina, Srilanka, Pakistan, Bangladesh, dan Nepal.

Berdasarkan data tahun 2017, yang penelitiannya dilakukan dan dipublikasi tahun 2018. Dari Sembilan negara Asia yang dilakukan riset,  Indonesia menempati peringkat ke-tiga dengan skor 4.0.  Meskipun menyandang sebagai salah satu negara demokratis terbesar di dunia, dan ekonomi paling kuat dibandingkan sembilan negara lainnya Index LSM Indonesia tertinggal dibandingkan Filipina dengan skor 3.4 dan Bangladesh 3.7; dibawah Indonesia terdapat Pakistan  4.2, Nepal 4.3, Kamboja 4.5, Srilanka 4.6, dan Thailand 4.7.

Indeks Keberlanjutan LSM Indonesia tahun 2017 (Konsil LSM)

Rustam Ibrahim, penulis dari CSOSI 2017 menjelaskan, bahwa pesta demokrasi di Indonesia, khususnya di pada Pilkada DKI Jakarta yang digelar pada 2016 telah meningkatkan sentiment SARA yang tinggi, dan berdampak pada atmosfer politik nasional dengan diikuti maraknya ujran kebencian, persekusi, hoaks, dan tentunya menurunya kualitas dari LSM. Hal tersebut dikuatkan dengan fakta, bahwa Indeks Demokrasi DKI Jakarta yang sebelum Pilkada berada pada peringkat pertama nasional, merosot menjadi peringkat 22 pada 2016. Ditataran Global, pada 2016 The Economist Intelegence mencatatIndeks Demokrasi Indonesia menurun dari 6.97 menjadi 6.39, merosot diperingkat 68, dari sebelumnya 48. Proses politik yang panas. Selain proses pesta demokrasi, menurut Rustam, penerbitan Perpu nomor 2 tahun 2017 yang memberikan wewenang pada pemerintah untuk membubarkan organisasi masyarakat juga menjadi penyumbang buruknya indeks LSM di Indonesia dibandingkan Filipina dan Bangladesh.

Dengan berbagai fakta diatas, apakah pada tahun 2018 Indeks Keberlanjutan LSM di Indonesia akan semain membaik, buruk ataukah stagnan? Direktur Eksekutif Konsil LSM Indonesia Misran Lubis menyampaikan, bahwa saat ini tim CSOSI Indonesia 2018 sedang bekerja untuk menyusun narasi laporan Indeks Keberlanjutan LSM di Indonesia, secara hasil sudah diketahui namun belum dapat dipublikasi karena narasi laporan tersebut masih dalam penulisan.

Misran menyampaikan juga, bahwa Konsil LSM Indonesia akan membawa hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh Konsil LSM untuk agenda advokasi dalam mencapai tujuan yang diharapkan untuk perwujudan dan pemberdayaan LSM menjadi lebih baik, menurutnya dalam demokrasi LSM adalah salah satu pilar demokrasi dan partisipasi masyarakat dalam membangun negara.

Untuk membaca hasil CSOSI Indonesia tahun 2014, 2015, 2016, dan 2017 silakah baca silahkan klik Indeks Keberlanjutan Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia

Leave a Reply