Kebebasan Berorganisasi adalah HAK, Akuntabilitas adalah Kewajiban

Akuntabilitas dalam Bantuan Kemanusiaan

Dalam bantuan kemanusiaan akuntabilitas merupakan salah satu kunci penting untuk bisa menyalurkan dana secara efisien dan efektif. Aliran dana untuk bantuan kemanusiaan yang kerap kali cukup besar dengan situasi yang tidak dalam kondisi stabil (konlik atau bantuan bencana), sangat membutuhkan mekanisme yang jelas. Dimana kemudian dengan adanya mekanisme yang jelas yaitu mengusung akuntabilitas bukan hanya tangung jawab program kepada donor, tetapi bagaimana masyarakat menerima “manfaat yang seutuhnya” dari aliran bantuan tersebut.

Bantuan kemanusiaan yang tidak akuntabel akan menimbulkan konflik berkelanjutan, apalagi dengan situasi penerima bantuan yang tidak stabil. Apa yang terjadi di Suriah dalam beberapa bulan terakhir ini, baru-baru ini Pasukan kemanusiaan dari PBB diserang oleh kelompok tertentu saat menyalurkan bantuan. Beberapa minggu yang lalu 73 lembaga kemanusiaan juga menyurati PBB karena mereka tidak dapat mentoleransi terjadinya manipulasi dalam bantuan kemanusian dengan kepentingan politik tertentu. Pokok masalah dari hal-hal yang terjadi memang belum dapat dipastikan, tetapi yang harus diwaspadai adalah bantuan kemanusiaan yang seharusnya digunakan murni untuk membantu masyarakat, bisa digunakan sebagai alat politisasi.

Akuntabilitas yang digaung-gaungkan menjadi pertanyaan, bagaimana seharusnya akuntabilitas dalam mekanisme bantuan kemanusiaan?

Dari kasus-kasus tersebut, akuntabilitas bukan hanya sekedar melaporkan program dan evaluasi kepada donor. Tetapi bagaimana akuntabilitas sebagai suatu proses yang berkelanjutan dari sejak awal program sampai program selesai. Maka mekanisme akuntabilitas perlu menjadi nilai-nilai utama yang diterapkan dalam pelaksanaan program. Bagaimana mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan kepada publik baik secara umum maupun pihak-pihak yang terlibat.

Konsil LSM Indonesia sebagai organisasi payung yang mengusung isu akuntabilitas menyadari bahwa proses internalisasi nilai-nilai akuntabilitas sebagai nilai utama dalam pelaksanaan program baik dalam bentuk bantuan kemanusiaan dan pembangunan bukan hal yang instan. Diperlukan komitmen menyeluruh dari setiap pihak yang terlibat untuk selalu bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya. Pada akhirnya dengan akuntabelnya pelaksaaan program, organisasi dapat bertumbuh dengan percaya diri karena telah terbukti memiliki kapasitas yang kredibel.

Leave a Reply