Kebebasan Berorganisasi adalah HAK, Akuntabilitas adalah Kewajiban

Cerita dari Sumatera Utara : LSM Dapat Dipercaya Karena Program yang Akuntabel

Dalam Negara demokrasi, ada tiga pilar penting dalam pembangunan yaitu pemerintah, perusahaan dan organisasi masyarakat sipil (OMS), termasuk Indonesia. Sinergisitas antara tiga  pemangku kepentingan ini sangat berperan dalam pembangunan yang berkelanjutan dengan berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Kerjasama lintas stakeholder tidak lepas dari berbagai tantangan yang terjadi, selain karena adanya peberdaan kepentingan juga karena di Indonesia adanya persepsi negatif terhadap OMS secara khusus LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Kehadiran Konsil LSM Indonesia merupakan salah satu cara LSM-LSM di Indonesia untuk menghilangkan perspesi negatif terhadap LSM dengan mempromosikan akuntabilitas LSM melalui standar Minimal Akuntabilitas.

Dalam lima tahun terakhir Konsil LSM Indonesia sebagai lembaga payung bagi 107 LSM di Indonesia mendorong pemerintah dan perusahaan untuk bersama-sama terlibat dalam upaya penghapusan kemiskinan dan kerusakan lingkungan melalui program-program pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan dana CSR perusahaan.

Sumatera Utara, merupakan salah satu area kerja Konsil LSM Indonesia, dimana terdapat 7 anggota lembaga swadaya masyarakat dengan berbagai isu, dari perlindungan anak, perlindungan perempuan dan pemberdayaan masyarakat. Anggota Konsil LSM di Sumatera Utara bersama-sama mendorong  perusahaan untuk terlibat dalam program-program pemberdayaan masayarakat baik untuk anak, perempuan dan masyarakat secara umum. Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :

Langkah - Langkah dalam MempromOsikan CSR Yang Berkelanjutan(1)

Melalui kegiatan tersebut, anggota KONSIL LSM SUMUT telah mendapatkan komitmen dan kemitraan dengan beberapa perusahaan untuk program perlindungan anak dan pemberdayaan ekonomi baik yang berkelanjutan maupun event yaitu :

  1. PT Bank SUMUT
  2. PT Tirta Sibayakindo (Anak perusahaan PT Tirta Investama/Aqua Group)
  3. PT Markisa Noerlen

Selain itu beberapa perusahaan yang memberikan komitmen baik secara program maupun memberikan peluang untuk dialog dengan owner perusahaan yaitu :

  1. PT Coca Cola
  2. The Body Shop
  3. BNI Medan, Sidikalang
  4. PT Angkasa Pura

Sampai saat ini, berdasarkan rekomendasi yang disampaikan PT Bank SUMUT melalui pertemuan pada Mei 2017 bahwa anggota KONSIL LSM Indonesia secara khusus di Sumatera Utara dapat melakukan program dengan bertanggungjawab karena akuntabilitas yang terukur. Selain itu, saat ini anggota di SUMUT juga diberikan kepercayaan untuk mengajukan konsep proposal besar untuk isu program “Ruang Publik yang Aman untuk Anak dan Perempuan serta Digital Parenting” untuk edukasi kepada staf perusahaan dan masyarakat secara luas untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak di SUMUT. Dimana para anggota Konsil LSM Indonesia di SUMUT diharapkan dapat membuat dan mengajukan program sesuai dengan isu masing-masing organisasi.

Leave a Reply