Kebebasan Berorganisasi adalah HAK, Akuntabilitas adalah Kewajiban

Final Workshop Civil Society Research Facility

Fakultas Geografi, Pusat Studi Asia Pasifik (Universitas Gadjah Mada – Indonesia) dan Centre for International Development Issues Nijmegen (CIDIN – Belanda) mengadakan Final Workshop Civil Society Research Facility tentang dinamika masyarakat sipil di Indonesia (CSRF-Indonesia). Final workshop tersebut adalah bagian dari rangkaian kegiatan CSRF yang dimulai sejak penerimaan proposal pada April 2011. Final workshop diselenggarakan pada Selasa, 31Januari 2012 di Erasmushuis, Jakarta Pusat.

Potret Dinamika Masyarakat Sipil di Indonesia

Selama Final Workshop, delapan hasil penelitian dipresentasikan. Penelitian menyentuh sejumlah persoalan dalam dinamika masyarakat sipil di Indonesia. Penelitian itu berhubungan dengan (1) jaringan masyarakat sipil, (2) interaksi antara pemerintah dan masyarakat sipil, dan (3) downward accountability.Workshop bertujuan untuk memberikan wawasan mengenaidinamika masyarakat sipil Indonesia, serta menawarkan saran dan rekomendasi yang berkaitan dengan pengembangan kebijakan dan penelitian ilmiah pada masa mendatang.

Hasil penelitian mengenai jaringan masyarakat sipil yang dipresentasikan adalah Making Network-Based Policy Advocacy Works: CSOs Networking Process in Enhancing Public Budget Reform in Indonesia (Hasrul Hanif), The Dynamics of Partnership Between Nothern and Southern CSOs (Ekoningtyas Margu Wardani), Between Tigers and Disaster: The Transformation of CSO and Its Complexities on Global Connection (Case Study on Perkumpulan Kappala Indonesia) (Nur Nanung Widiyanto). Hasil penelitian yang menyoal interaksi antara pemerintah dan masyarakat sipil terdiri dari The Problems with Implementation: The Case Study of Local AIDS Comission and HIV/AIDS NGOs in Yogyakarta (Fuad Faizi), Identifying the Dynamics and Complexities of ‘Dewan Adat Papua’(Papuan Customary Council): Cultural Identities and Responses (I Ngurah Suryawan), Zakat and Social Protection: The Relationship between Socio-Religious CSOs and the Government in Indonesia (Iim Halimatusadiyah). Dua hasil penelitian sisanya mengemukakan persoalan downward accountability, yakni Understanding Civil Society Organizations’ Accountability in Indonesia (Novi Widyaningrum) dan Social Media Adoption by Indonesia’s Civil Society Organization (Syarifah Aini Dalimunthe).

CSRF-Indonesia adalah bagian dari kemitraan IS-Academyantara CIDIN dan Kementerian Luar Negeri Belanda. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat pemahaman tentang dinamika masyarakat sipil lokal di Indonesia, memperkuat peran OMS dalam pembangunan,serta pengembangan kebijakan pemerintah dan donor. CRSF-Indonesia memberikan kesempatan bagi peneliti yunior di Indonesia untuk mempersiapkan, melaksanakan, dan melaporkan penelitian jangka pendek ilmiah pada masyarakat sipil. Para CSRF-Indonesia adalah kerja sama Fakultas Geografi, Pusat Studi Asia Pasifik (Universitas Gadjah Mada, Indonesia) dan CIDIN (Radboud University, Belanda). CIDINsendiri adalah sebuah lembaga akademis interdisipliner yang memberikan perhatian pada isu-isu ketidaksetaraan, kemiskinan, pembangunan dan pemberdayaan. Dr. Lau Schulpen, Koordinator IS-Academy – CIDIN juga hadir dalam final workshop tersebut, bersama Rik Habraken, MSc yang menjabat Koordinator NGO Database Project di IS-Academy.*

Leave a Reply