Kebebasan Berorganisasi adalah HAK, Akuntabilitas adalah Kewajiban

Kisah Cak Budi dan Donasi Publik

Untitled

Pada awal Bulan Mei lalu, ranah media sosial diramaikan oleh ‘Cak Budi yang menggunakan dana publik dengan tidak sepantasnya, apa yang bisa kita pelajari dari kejadian ini?

Ia adalah Aktivis Sosial bernama Budi Utomo atau dikenal Cak Budi yang merupakan penggalang dana sumbangan atau donasi bagi kaum duafa dan orang-orang yang membutuhkan. Kisah-kisah inspiratif yang dia bagikan, membuat dia diundang oleh media TV sejak awal tahun 2017. Semenjak itu nama Cak Budi semakin dikenal dikalangan donatur, dan semakin banyak orang yang menyumbang ke dia baik secara pribadi ataupun di laman donasi kitabisa.com.

Cak Budi membagikan kegiatan penyaluran donasi ke akun instagramnya, sehingga para donatur mengetahui siapa saja dan dimana penerima donasi tersebut. Nama Cak Budi begitu inspiratif sebagai aktivis sosial, hingga di akhir april 2017 diketahui bahwa Cak Budi menggunakan uang donasi untuk membeli mobil fortuner dan iphone 7.

Cak Budi tidak mengelak, dia mengakui kesalahannya dan telah menjual kembali mobil fortuner dan iphone 7 tersebut, dengan total 1,7 miliar ia berikan ke lembaga Aksi Cepat Tanggap pada 2 Mei 2017.

Kasus Cak Budi menjadi pembelajaran yang sangat penting, saat ini setiap individu dapat dengan mudah melakukan penggalangan dana, apalagi dengan adanya situs-situs digital yang membantu kemudahan ini. Sayangnya aturan yang dimiliki pemerintah sudah usang, dan saat ini proses revisi melalui draft RUU yang baru masih dalam proses awal.

Tapi tidak hanya itu, dalam kasus Cak Budi kita dapat melihat bahwa donatur cenderung dengan mudah memberikan uangnya terhadap aktivis-aktivis sosial yang mampu membangun kisah-kisah inspiratif tersebut. Tetapi sangat penting juga bagi para pengelola dana untuk memberikan laporan secara berkala kepada donor, tidak hanya dalam berupa gambar mengenai para penerima manfaat.

Cak Budi mengatakan biaya yang ia gunakan tersebut adalah biaya overrhead untuk pengelolaan dana, sebagaimana ia harus berkunjung ke desa-desa terpencil dan memiliki ponsel yang mendukung dalam mempublikasikan kegiatannya. Biaya overhead ini juga menjadi bagian penting yang perlu dibicarakan dalam draft RUU untuk pengumpulan donasi publik tersebut.

Akuntabilitas bukan hanya terbitnya suatu laporan, tetapi pertanggungjawaban atas kepercayaan yang telah diberikan. Bersikap akuntabel harus menjadi nilai utama dalam setiap pihak yang dipercaya publik dalam melakukan sesuatu baik itu individu ataupun lembaga.

Leave a Reply