Kebebasan Berorganisasi adalah HAK, Akuntabilitas adalah Kewajiban

Kode Etik Lsm

Keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah perwujudan dari tanggung jawab kemanusiaan berupa kebebasan, inisiatif, kesetaraan, pluralisme, solidaritas, keadilan; dan oleh karena itu harus selalu diperjuangkan. LSM mendorong keterlibatan masyarakat, menggalang solidaritas, serta mempercepat inisiatif warga masyarakat dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi bersama. Peran untuk memperjuangkan partisipasi masyarakat itu membutuhkan pendekatan dan pentahapan yang sistematis dan berkelanjutan, serta dilakukan dengan cara-cara yang baik dan benar, serta penuh kesadaran dan tanggung jawab. Berdasarkan alasan-alasan itulah, disusunlah Kode Etik Konsil LSM Indonesia sebagai perwujudan tanggung jawab kepada masyarakat, mitra dan diri sendiri.

Kongres Nasional LSM Indonesia pada Juli 2010 telah mengesahkan Kode Etik Konsil LSM Indonesia. Selanjutnya pada Kongres Nasional II, September 2013 Kode Etik tersebut kembali disempurnakan. Meski saat ini Kode Etik hanya mengikat bagi anggota Konsil LSM, namun harapannya Kode Etik ini dapat diterapkan dan diakui oleh seluruh LSM Indonesia menjadi Kode Etik LSM Indonesia

16 Prinsip Kode Etik Konsil LSM Indonesia

  1. Non-Pemerintah
  2. Non-Partisan
  3. Anti-Diskriminasi
  4. Penghormatan terhadap HAM
  5. Keberpihakan pada Masyarakat Marginal
  6. Nirlaba
  7. Kerelawanan
  8. Keberlanjutan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup
  9. Anti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
  10. Transparansi
  11. Partisipasi
  12. Independensi
  13. Anti Kekerasan
  14. Keadilan dan Kesetaraan Gender
  15. Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel
  16. Kepentingan Terbaik untuk Anak

Klik, disini, untuk mengunduh dokumen Kode Etik Konsil LSM Indonesia

Leave a Reply