Kebebasan Berorganisasi adalah HAK, Akuntabilitas adalah Kewajiban

LSM bukanlah satu, LSM adalah bagian dari masyarakat

Reformasi sudah berusia 19 tahun, negara yang disebut ‘demokrasi’ ini lahir 19 tahun yang lalu ditandai dengan mundurnya Presiden Soeharto. 19 tahun berlalu, meneropong satu tahun kebelakan banyak kasus yang terjadi bukan lagi antar pemerintah dan masyarakat tetapi justru antar masyarakat sipil. Konflik-konflik horizontal terjadi antara mereka yang tidak setuju pada satu pandangan tertentu, katakanlah pembredelan buku yang dilakukan oleh kelompok2 masyarakat tertentu.

Organisasi Masyarakat Sipil sebagai satu bagian yang lebih besar dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), kerap kali saling berhadapan satu sama lain. Padahal sebagai sesama penggerak dalam perubahan sosial yang bergerak untuk kepentingan umum, OMS harus menjadi satu bagian, berjejaring dan mendukung satu sama lain demi perubahan sosial di masyarakat.

Di Indonesia, diakui ataupun tidak, kemudahan membuat OMS ataupun LSM terjadi sejak reformasi, dimana semua orang bisa membuat LSM tidak peduli apakah LSM tersebut benar-benar bergerak untuk masyarkat ataupun tidak. Yang terpenting mereka memiliki visi dan misi yang ingin dicapai, dan masing-masing LSM sibuk untuk memunculkan isu mereka masing-masing, sehingga daya tawar LSM dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah sangatlah minim. LSM tumbuh semakin banyak, tetapi masing-masing seolah berjalan sendiri-sendiri. Ditambah lagi kemunculan LSM-LSM palsu yang hanya untuk mendukung kepentingan politik.

Hal ini mengakibatkan LSM menjadi sasaran empuk, ada LSM yang dipergunakan pemerintah untuk mencapai kepentingan, adalagi LSM yang saling bersebrangan dengan LSM lain karena konflik kepentingan yang tinggi. Misalnya LSM A mendapatkan dana dari perusahaan yang diindikasikan melakukan kerusakan lingkungan oleh LSM B. Akhirnya LSM A dan LSM B tidak dapat saling mendukung karena konflik kepentingan tersebut, perubahan sosial yang diimpikan pun hanya menjadi mimpi belaka.

Sembilan belas tahun sudah, sangat mudah mendirikan LSM, sangat mudah untuk memberikan kontribusi positif bagi Indonesia. Tetapi LSM harus mau bekerja bersama, LSM bukanlah satu LSM adalah bagian dari masyarakat. LSM harus bersama-sama bekerja, berbeda prinsip adalah hal yang wajar tetapi bukankah tujuan LSM adalah sama yaitu perubahan sosial yang positif dan berkelanjutan di Indonesia.

Leave a Reply