Standar Minimal Akuntabilitas LSM

by admin
1 comment

Cover-01


The minimum standard of NGO accountability is the basic practices of NGOs in order to become an accountable organization. This standard was developed based on the Indonesia NGO Council (Konsil LSM) code of ethich. The Indonesia NGO Council believed that NGOs should have high standards in the management of the Organization and all its activity based on the values, principles, the rule of law and other provisions that are accepted.

Some of the accountability guide has already developed by different organizations in the world, such as, HAP Standard in Accountability and Quality Management, and OXFAM GB Accountability Starter Pack. While in Indonesia there are transparency and accountability NGOS (TANGO) developed by SatuNama along with TIFA, and a guides of management accountability in humanitarian assistance compiled by PIRAC,et al. Based on the some reference guides that have developed the accountability issues in organizations, Indonesia NGO Council has compiled the minimum standard of NGO accountability. In comparison with the NGO code of ethic, the standard is more simple, measurable, and verifiable.

Te minimum standard of NGO accountability is consist of seven standards:
Fist Standard : Good Governance
Second Standard : Professional Staff Management
Third Standard : Open and trustworthy financial management
Fourth Standard : Substantive Participation of Assisted Community in Organization Strategic Decision Making
Fifth Standard : Complaint Management
Sixth Standard : Information Transparency
Seventh Standard : Prevention of Conflict of Interest

Click here to see the full documents.


Standar Minimal Akuntabilitas LSM adalah tingkat kualitas praktek dasar yang diperlukan LSM  supaya menjadi organisasi yang akuntabel. Standar ini dikembangkan berdasarkan Kode Etik Konsil LSM. Konsil LSM Indonesia percaya bahwa LSM harus memiliki standar yang tinggi dalam pengelolaan organisasi dan semua aktifitasnya yang mengacu pada nilai, prinsip, aturan hukum/norma, dan ketentuan-ketentuan lain yang umum diterima di kalangan LSM.

Beberapa panduan akuntabilitas sudah dikembangkan oleh berbagai organisasi di dunia antara lain HAP Standard in Accountability and Quality Management, dan OXFAM GB Accountability Starter Pack. Sementara di Indonesia ada Transparansi dan Akuntabilitas NGO (TANGO) yang dikembangkan oleh SatuNama bersama TIFA, dan Panduan Akuntabilitas dalam Pengelolaan Bantuan Kemanusiaan yang disusun oleh PIRAC, dkk.

Berdasar pada Kode Etik LSM dan referensi panduan akuntabilitas yang telah dikembangkan tersebut, Konsil LSM telah menyusun Standar Minimal Akuntabilitas LSM. Dibanding dengan Kode Etik LSM, standar ini lebih sederhana, terukur, dan dapat diverifikasi.

Standar ini merupakan batasan minimum bagi LSM agar akuntabel yang terdiri dari tujuh standar yakni :

Standar 1: Tata Pengurusan yang Baik

Standar 2: Manajemen Staf yang Profesional

Standar 3: Manajemen Keuangan yang Terbuka dan Terpercaya

Standar 4: Partisipasi Bermakna Masyarakat Dampingan dalam Pengambilan Keputusan Strategis Organisasi

Standar 5: Penanganan Pengaduan

Standar 6: Transparansi Informasi

Standar 7: Pencegahan Konflik Kepentingan

Silakan unduh Standar Minimal Akuntabilitas LSM dengan meng-klik tautan dibawah ini :

Part 1

Part 2

Part 3

Part 4

Part 5

1 comment

Share Learning Konsil LSM Indonesia di Yayasan Kehati – Jumat, 3 Juni 2016 | Konsil Lsm June 13, 2016 - 5:14 am

[…] disini untuk mengetahui tentang standar minimal akuntabilitas LSM di […]

Reply

Leave a Comment