Kemampuan Finansial Menurun Akibat Pandemi COVID-19, Layanan LSM terhadap Masyarakat Justru Meningkat

by Admin Konsil LSM Indonesia
0 comment

Satu tahun Pandemi COVID-19 di Indonesia diketahui telah memukul berbagai sektor di Indonesia, tak terkecuali Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan dukungan finansial untuk menunjang operasional dan layanannya. Namun, meski menghadapi kondisi yang sulit, LSM di Indonesia dinilai konsisten dan bahkan meningkat untuk memberikan layanan kepada masyarakat.

Pendapat tersebut diutarakan para Ahli saat Rapat Panel Ahli di bidang LSM atau Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dalam mengkaji Indeks Keberlanjutan OMS atau Civil Society Organization Sustainability Indeks yang diselenggarakan oleh Konsil LSM Indonesia pada 11 – 13 Februari 2021 lalu. Dalam acara yang digelar secara virtual tersebut Konsil LSM Indonesia menghadirkan 12 ahli dari latar belakang akademisi, pemerintah, wartawan, hingga penggiat LSM.

Terdapat tujuh dimensi yang dikaji oleh para ahli, yakni Lingkungan Hukum, Kapasitas Organisasi, Kemampuan Finansial, Advokasi, Penyediaan Layanan, Infrastruktur Sektoral, dan Citra Publik. Khusus dimensi penyediaan layanan, para ahli berpendapat bahwa LSM di Indonesia berhasil mengembangkan layanan untuk memberikan banyak manfaat bagi masyarakat ditengah pandemi COVID-19 meskipun secara umum, kemampuan finansial LSM sedang menurun.

Tri Agung Kristanto Harian Kompas yang hadiri dalam diskusi menyampaikan pandangannya, bahwa pandemic COVID-19 mendorong LSM di Indonesia untuk melakukan inovasi penyediaan layanan bagi masyarakat, dia menuturkan bahwa hal ini dapat dilihat dengan masifnya partisipasi LSM dalam menangani dampak Pandemi COVID-19, dimana menurutnya Harian Kompas juga pernah memuat berita  apresiasi pemerintah atas kontribusi LSM tersebut. “…sisi penyediaan layanan pada tahun 2020 pandemi selain memberikan tantangan dan peluang, seperti ide-ide layanan baru dan nyata beberapa kemudian di daerah-daerah yang zona merah muncul kawal covid dsb, kemudian ada beberpa bencana alam, menunjukkan posisi LSM untuk kemudian bekerja di masyarakat sehingga nyata dalam konteks respon ke masyarakat.” Tutur Tri Agung.

Selain itu Ramadhaniati, Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Sumatera Barat menuturkan bahwa banyak LSM di wilayah Suamtera juga mengaami pengingkatan aktivitas dalam memberikan pendampingan kepada para penerima manfaatnya, diantaranya Women Crisis Centre (WCC) di Suamtera, yang menurut Ramadhaniati mengalami lonjakan pendampingan  kasus-kasus kekerasan domestic atau rumah tangga. “…selama pandemi terjadi peningkatan kasus KDRT, sehingga ini mendorong LSM yang bergerak pada isu perlindungan perempuan untuk menignkatkan layananan pendampingan mereka, diantranya WCC yang memberikan pendampingan kepada para penyintas.

Peningkatan layanan LSM paling mencolok dapat dilihat dari mobilisasi sumberdaya untuk mendukung program penanggulangan COVID-19 baik dampak medis maupun sosial, hal tersebut diungkapkan oleh Iswanti, dari Mitra ImaDei yang menilai bahwa gerakan masyarakat sipil di Indonesia telah termobilisasi secara maksimal di tahun 2020 ini, dan akan menjadi tren pada tahun-tahun berikutnya. “…Selama tahun 2020 kemarin, penyediaan layanan sangat besar, khususnya terkait pandemi, yang dilakukan baik oleh ormas keagamaan, yayasan-yayasan, CSR dll, baik berupa alat medis untuk nakes maupun bansos untuk masyarakat terdampak, juga saat terjadi berbagai bencana selama 2020. Solidaritas antar-warga juga sangat tinggi. Sumber daya keuangan maupun kekuatan (juga jumlah) relawan mereka sangat besar” ungkap Iswanti.

Saat ini tim penyusun Indeks Keberlanjutan OMS di Indonesia tahun 2020 tengah menyusun laporan-laporan dari berbagai sumber, diantarana hasil studi, pemberitaan media dan pendapat para ahli yang hadir dalam diskusi panel tersebut. Laporan Indeks Keberlanjutan OMS ini telah diselenggarakan oleh Konsil LSM Indonesia sejak 2014 dengan dukungan pendanaan dari Rakyat Amerika melalui USAID dan mitra program CSOSI, yakni FHI360, dan ICNL.

related posts

Leave a Comment