Refleksi Satu Dekade, Konsil LSM Indonesia Gelar Kongres ke-4 pada 14 Oktober 2021

by Fahd
0 comment

Konsil LSM Indonesia adalah organisasi payung dideklarasikan pada 28 Juli 2010 oleh 93 LSM yang yang berasal dari 19 Provinsi di Indonesia. Tujuan utama berdirinya Konsil LSM Indonesia adalah untuk membangun eksistensi yang kuat dan dinamis bagi Organisasi Masyarakat Sipil, agar dapat bekerja dalam lingkungan politik dan hukum yang bebas dan demokratis berdasarkan pada aturan hukum, serta mampu mempraktikkan prinsip dan mekanisme akuntabilitas, untuk membangun kepercayaan dan dukungan publik terhadap organisasi masyarakat sipil. Rumusan visi ini tidak hanya sebuah tonggak dari organisasi Konsil LSM Indonesia, tetapi substansihasil kajian mendalam aktivis-aktivis LSM yangdilakukan sebelum Konsil LSM Indonesia resmi didirikan. Kesadaran untuk menguatkan akuntabilitas LSM sebagai respon terhadap rendahnya kepercayaan masyarakat dan posisioning organisasi masyarakat sipil dalamnegara demokrasi. Dimulai dengan berdirinya Konsorsium Pengembangan Masyarakat Madani (KPMM) di Padang tahun 1999, LP3ES di Jakarta menggagas Jaringan LSM untuk Kode Etik di beberapa provinsi di Indonesia tahun 2002, TIFA bekerjasama dengan USC Satu Nama melahirkan instrumen Tango (Transparansi NGO) tahun 2004, dan terbentuknya Kelompok Kerja untuk Akuntabilitas Organisasi Masyarakat Sipil tahun 2006.

Pada tahun 2020, usianya genap 10 tahun atau satu dekade perjalanan Konsil LSM Indonesia mempromosikan pentingnya akuntabilitas LSM, tidak hanya diinternal anggotanya, namun juga kepada jaringan LSM lainnya, dan juga para pemangku kepentingan negara, lembaga donor dan masyarakat secara umum. Untuk mencapai tujuan utama didirikan Konsil LSM Indonesia tersebut, telah dirumuskan sebuah panduan bagi LSM untuk menjadi akuntabel, yakni rumusan Standar Minimum Akuntabilitas LSM

Selama 10 tahun, jumlah anggota Konsil LSM Indonesia bertambah 28 organisasi, menjadi 111 organisasi. Konsil LSM Indonesia bersama 111 LSM anggota dan juga kelompok-kelompok organisasi mayarakat sipil lainnya ditingkat nasional dan akar rumput, terus berdinamika dalam ruang demokrasi dan lingkungan hukum yang mengalami pasang surut. Bahkan dalam banyak studi dan indeks statistik tentang LSM ada kecenderungan menurunnya iklim demokrasi dan masih tingginya pelanggaran HAM. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan hukum belum kondusif bagi gerakan organisasi masyarakat, di sisi lain secara internal Konsil LSM terus menghadapi persoalan klasik sebagai sebuah jaringan yaitu; keaktifan anggota, kesesuaisan visi dan misi, keberlanjutan organisasi, ketataan kode etik, dsb. Sehingga jumlah anggota Konsil LSM juga menngalami pasang surut, meski ada penambahan, tetapi tidak sedikit jumlah yang vakum atau tidak aktif, bahkan ada yang telah bubar. Meski situasi kesulitan mempertahankan organisasi karena masalah financial ini tidak hanya dialami oleh LSM anggota Konsil LSM, namun juga oleh banyak LSM lain di Indonesia. Kondisi ini tercermin dalam studi penilaian indeks keberlanjutan OMS (CSO Sustainability Index) yang dilakukan setiap tahunnya sejak 2015 oleh Konsil LSM Indonesia bekerjasama dengan FHI360.

Merespon banyak tantangan yang dihadapi LSM di Indonesia tersebut, khususnya yang terkait sumber pendanaan, Konsil LSM dan jaringan LSM lainnya melakukan berbagai penguatan kepada LSM, advokasi kepada pemerintah, dan membuka ruang lobi dan pendekatan ke privat sektor, untuk menggali potensi-potensi sumber pendanaan lokal. Upaya-upaya yang dilakukan oleh Konsil LSM antara lain; pelatihan kepada anggota tentang Domestic Support Raising (DSR), Advokasi sumber pendanaan pemerintah yang salah satu melahirkan Peraturan Presiden Nomor 16 tahun 2018, masuknya peluang bagi LSM untuk mengakses APBN dan APBD melalui skema swakelola tipe-3, mengembangkan platform crowd funding, mengembangkan database LinkLSM sebagai market place OMS, dan terakhir Konsil LSM menjadi bagian dari kelompok kerja (POKJA) perumusah perpres pendanaan OMS.

Kongres Konsil LSM Indonesia yang akan digelar bertema Refleksi Satu Dekade Konsil LSM Indonesia dan Masa Depan Organisasi Masyarakat Sipil Di Indonesia

related posts

Leave a Comment