Menandai dibukanya Kongres, Konsil LSM Indonesia adakan diskusi Pelucuran Indeks Keberlanjutan LSM / OMS

by Fahd
0 comment

Konsil LSM Indonesia adalah organisasi payung dideklarasikan pada 28 Juli 2010 oleh 93 LSM yang yang berasal dari 19 Provinsi di Indonesia. Tujuan utama berdirinya Konsil LSM Indonesia adalah untuk membangun eksistensi yang kuat dan dinamis bagi Organisasi Masyarakat Sipil, agar dapat bekerja dalam lingkungan politik dan hukum yang bebas dan demokratis berdasarkan pada aturan hukum, serta mampu mempraktikkan prinsip dan mekanisme akuntabilitas, untuk membangun kepercayaan dan dukungan publik terhadap organisasi masyarakat sipil.

Pada tahun 2020, usianya genap 10 tahun atau satu dekade perjalanan Konsil LSM Indonesia mempromosikan pentingnya akuntabilitas LSM, tidak hanya diinternal anggotanya, namun juga kepada jaringan LSM lainnya, dan juga para pemangku kepentingan negara, lembaga donor dan masyarakat secara umum. Untuk mencapai tujuan utama didirikan Konsil LSM Indonesia tersebut, telah dirumuskan sebuah panduan bagi LSM untuk menjadi akuntabel, yakni rumusan Standar Minimum Akuntabilitas LSM.


Selama 10 tahun, jumlah anggota Konsil LSM Indonesia bertambah 28 organisasi, menjadi 121 organisasi. Konsil LSM Indonesia bersama 121 LSM anggota dan juga kelompok-kelompok organisasi mayarakat sipil lainnya ditingkat nasional dan akar rumput, terus berdinamika dalam ruang demokrasi dan lingkungan hukum yang mengalami pasang surut. Bahkan dalam banyak studi dan indeks statistik tentang LSM ada kecenderungan menurunnya iklim demokrasi dan masih tingginya pelanggaran HAM. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan hukum belum kondusif bagi gerakan organisasi masyarakat, di sisi lain secara internal Konsil LSM terus menghadapi persoalan klasik sebagai sebuah jaringan yaitu; keaktifan anggota, kesesuaisan visi dan misi, keberlanjutan organisasi, ketataan kode etik, dsb. Sehingga jumlah anggota Konsil LSM juga menngalami pasang surut, meski ada penambahan, tetapi tidak sedikit jumlah yang vakum atau tidak aktif, bahkan ada yang telah bubar. Meski situasi kesulitan mempertahankan organisasi karena masalah financial ini tidak hanya dialami oleh LSM anggota Konsil LSM, namun juga oleh banyak LSM lain di Indonesia. Kondisi ini tercermin dalam studi penilaian indeks keberlanjutan OMS (CSO Sustainability Index) yang dilakukan setiap tahunnya sejak 2015 oleh Konsil LSM Indonesia bekerjasama dengan FHI360.

Salah satu referensi kita untuk refleksi dan konsolidasi LSM adalah hasil studi penilaian indek keberlanjutan OMS. Oleh karena itu Kongres Nasional ke-4 Konsil LSM Indonesia, akan diawali dengan Peluncuran CSO Sustainability Index (CSOSI) tahun 2020. Studi tahun 2020 ini merupakan studi yang dilakukan oleh FHI360 secara global di lebih dari 80 negara. Konsil LSM Indonesia mendapatkan kepercayaan dari FHI360 sebagai mitra pelaksana di Indonesia sejak tahun 2015.
Kami sangat mengharapkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh anggota dan stakeholders Konsil LSM Indonesia untuk terselenggaranya dengan sukses Kongres Nasional ini, menghasilkan gagasan bernas dan konkrit untuk keberlanjutan LSM dan menguatnya akuntabilitas LSM di Indonesia.

Berkaitan dengan itu, Konsil LSM Indonesia akan enyelenggarakan peluncuran CSOSI 2020 yang akan diselenggarakan secara Hybrid (Daring & Luring) Pada :

Hari/Tanggal : Kamis – Jumat, 14 – 15 Oktober 2021

Pukul : 08.30 – 17.30 WIB Tempat :

Link Zoom Meeting: http://tiny.cc/csosi-kongres

Peluncuran CSOSI 2020 sekaligus menandai dibukanya Kongres Konsil LSM Indonesia yang ke-4, Informasi dan panduan Kongres Nasional IV Konsil LSM Indonesia akan dikirimkan menyusul, setelah Sekretariat mendapatkan konfirmasi kepesertaan dari Lembaga Anggota Konsil LSM Indoensia. Informasi lebih lanjut tentang Kongres Nasional IV Konsil LSM Indonesia dapat menghubungi Sekretariat Konsil melalui kontak person Fahd Riyadi, Phone: 0812-5050-851, Email: fahd@konsillsm.or.id



related posts

Leave a Comment