Beranda blog Halaman 6

22 Aktivis LSM Mengikuti Pelatihan Uji TUntas HAM Sektor Bisnis Perkebunan

0
Direktur Eksekutif ELSAM, Wahyu Wagiman memberikan pemaparannya dalan pelatihan Uji Tuntas HAM Sektor Bisnis Perkebunan. (Konsil LSM Indonesia)

JAKARTA, KONSIL LSM – Setelah sukses mengadakan pelatihan di Juli 2018 lalu di Bogor Jawa Barat, demi mendukung upaya peningkatan sumber daya manusia untuk advokasi dampak dari aktivitas bisnis di sektor perkebunan, pelatihan bertajuk Due Diligence Hak Asasi Manusia Sektor Perkebunan yang di gelar di Jakarta 11-12 April silam ini menghadirkan 20 aktivis LSM baik anggota Konsil LSM Indonesia maupun non anggota yang berasal dari Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan, pemilihan-pemilihan daerah tersebut dimaksudkan oleh Konsil LSM Indonesia dikarenakan di wilayah-wilayah tersebutlah banyak industri-industri perkebunan Kelapa Sawit beroperasi.

Pada pelatihan kali ini, pekankan mengenai pentingnya implementasi Panduan Prinsip-prinsip Bisnis dan HAM PBB, dimana Indonesia sebagai negara yang menandatangani Konvensi tersebut. Memberikan pemaparannya kepada peserta pelatihan, salah satu pemateri Direktur Eksekutif Elsam, Wahyu Wagiman memaparkan metode lobi dan advokasi dalam uji tuntas HAM yang melibatkan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Dalam Pemaparannya, Wahyu menekankan pentingnya tahapan identifikasi penggalian informasi untuk berhadapan dan melobi perusahaan. Tahapan ini menekankan penilaian terhadap potensi dan dampak operasi, produk maupun layanan perusahaan. Hal tersebut vital dikarenakan merupakan upaya pengalian informasi yan gberkaitan dengan faktor-faktor resiko sectoral, geografis, produk perusahaan, termasuk resiko-resiko yang diketahui telah dihadapi atau kemungkinan besar akan dihadapi perusahaan, akibat aktivitas dari bisnisnya.

Joice, salah satu aktivis Scale Up dari Riau yang menjadi peserta pelatihan menceritakan pengalaman-pengalaman dilapangan ketika bekerja mendampingi dan mengadvokasi masyarakat yang berkonflik dengan perusahaan perkebunan. Menurutnya banyak masyarakat dan aktivis di daerah yang belum memahami menganai Prinsip Bisnis dan HAM PBB, sehingga cara-cara konvensional  seperti menggelar demontrasi atau konflik secara langgung masih menjadi pilihan masyarakat ketika menuntut hak dan keadilan yang telah dilanggar oleh perusahaan. Melalui pelatihan ini, Joice mengharapkan dapat memberikan pemahaman bagi aktivis maupun masyarakat di daerah yang berkonflik dengan perusahaan, mengenai bagaimana tahapan dalam melakukan komunikasi dan pendekatan komprehensif dan konstruktif antara perusahaan dan masyarakat terdampak perusahaan.

Direktur Konsil LSM Indonesia, Misran Lubis menerakangkan bahwa pelatihan bahwa pelatihan ini dihelat merupakan bagian dari implementasi kerjasama program Civic Engagement Aliance (CEA) antara Konsil LSM Indonesia dan ICCO Cooporation. Kedepan, Konsil LSM Indonesia akan secara intens terlibat secara aktif untuk melakukan kegiatan-kegiatan pelatihan UNGP Bisnis dan HAM, tidak hanya bagi kalangan LSM namun juga pemangku kepentingan seperti Pemerintah dan Perusahaan. Sehingga tercipta suatu atmosfer saling kesepahaman, tentnang bagaimanakan bisnis tidak hanya dapat memberikan benefit bagi perusahaan, tetapi juga menghargai, menghormati dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitaar, dimana perusahaan tersebut beroperasi.

13 Pakar LSM Berkumpul di Jakarta untuk Menyusun Indeks Keberlanjutan LSM di Indonesia 2018

0
Direktur Eksekutif Konsil LSM Indonesia, Misran Lubis (kiri) dalam sesi Diskusi Panel Exper (21 Maret 2019) di Jakarta, sedang mempresentasikan hasil FGD Indeks Keberlanjutan LSM Indonesia yang dilakukan di Makasar beberapa waktu lalu. (FR Foto/Konsil LSM)

JAKARTA, KONSIL LSM INDONESIA – Setelah sukses menerbitkan Indeks Keberlanjutan LSM Indonesia selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2014, kembali, pada tahun 2019 ini Konsil LSM Indonesia akan menerbitkan Indeks Keberlanjutan LSM di Indonesia tahun 2018. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, metodologi riset yang digunakan oleh Konsil LSM Indonesia bersifat kualitatif, dengan mengadakan serangkaian kegiatan FGD (Focus Group Disscussion) yang di gelar di beberapa daerah di Indonesia, kajian literatur sosio – politik yang berkaitan atau berdampak terhadap LSM di Indonesia, dan terakhir Panel Expert Meeting.

Berbasis data-data yang didapat dalam FGD dan studi literatur, selanjutnya Konsil LSM Indonesia memperesentasikan temuan tersebut dalam agenda Panel Expert Meeting Penyusunan Indeks Keberlanjutan LSM di Indonesia tahun 2018, pada Kamis 21 Maret di Hotel Cemara, Jakarta. Tim Panel Expert merupakan gabungan 12 orang ahli dengan berbagai latar belakang, diantaranya akademisi, aktivis LSM, Jurnalis; 1 orang peninjau dari USAID Indonesia, dan penulis laporan CSO SI. Selanjutnya, dengan menggunakan skor 1 – 7 (semain tinggi nilai maka menandakan kondisi yang buruk. Sebaliknya, semakin rendah nilai tiap dimensi menandakan kondisi yang baik) tim Panel Expert akan  menilai satu persatu dari tujuh dimensi yang menjadi indikator Indeks Keberlanjutan LSM di Indonesia.

Indeks Kebelanjutan LSM di Indonesia atau Civil Society Organization Sustainability Index (CSOSI), adalah serangkaian program riset yang didukung oleh USAID dan dilakukan secara global dan serentak di Afrika, Eropa dan Asia. Di Asia, Indonesia menjadi salah satu dari sembilan negara pengambilan sample penelitian, adapun depalan negara lainnya yakni Thailand, Cambodia, Myanmar, Filipina, Srilanka, Pakistan, Bangladesh, dan Nepal.

Berdasarkan data tahun 2017, yang penelitiannya dilakukan dan dipublikasi tahun 2018. Dari Sembilan negara Asia yang dilakukan riset,  Indonesia menempati peringkat ke-tiga dengan skor 4.0.  Meskipun menyandang sebagai salah satu negara demokratis terbesar di dunia, dan ekonomi paling kuat dibandingkan sembilan negara lainnya Index LSM Indonesia tertinggal dibandingkan Filipina dengan skor 3.4 dan Bangladesh 3.7; dibawah Indonesia terdapat Pakistan  4.2, Nepal 4.3, Kamboja 4.5, Srilanka 4.6, dan Thailand 4.7.

Indeks Keberlanjutan LSM Indonesia tahun 2017 (Konsil LSM)

Rustam Ibrahim, penulis dari CSOSI 2017 menjelaskan, bahwa pesta demokrasi di Indonesia, khususnya di pada Pilkada DKI Jakarta yang digelar pada 2016 telah meningkatkan sentiment SARA yang tinggi, dan berdampak pada atmosfer politik nasional dengan diikuti maraknya ujran kebencian, persekusi, hoaks, dan tentunya menurunya kualitas dari LSM. Hal tersebut dikuatkan dengan fakta, bahwa Indeks Demokrasi DKI Jakarta yang sebelum Pilkada berada pada peringkat pertama nasional, merosot menjadi peringkat 22 pada 2016. Ditataran Global, pada 2016 The Economist Intelegence mencatatIndeks Demokrasi Indonesia menurun dari 6.97 menjadi 6.39, merosot diperingkat 68, dari sebelumnya 48. Proses politik yang panas. Selain proses pesta demokrasi, menurut Rustam, penerbitan Perpu nomor 2 tahun 2017 yang memberikan wewenang pada pemerintah untuk membubarkan organisasi masyarakat juga menjadi penyumbang buruknya indeks LSM di Indonesia dibandingkan Filipina dan Bangladesh.

Dengan berbagai fakta diatas, apakah pada tahun 2018 Indeks Keberlanjutan LSM di Indonesia akan semain membaik, buruk ataukah stagnan? Direktur Eksekutif Konsil LSM Indonesia Misran Lubis menyampaikan, bahwa saat ini tim CSOSI Indonesia 2018 sedang bekerja untuk menyusun narasi laporan Indeks Keberlanjutan LSM di Indonesia, secara hasil sudah diketahui namun belum dapat dipublikasi karena narasi laporan tersebut masih dalam penulisan.

Misran menyampaikan juga, bahwa Konsil LSM Indonesia akan membawa hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh Konsil LSM untuk agenda advokasi dalam mencapai tujuan yang diharapkan untuk perwujudan dan pemberdayaan LSM menjadi lebih baik, menurutnya dalam demokrasi LSM adalah salah satu pilar demokrasi dan partisipasi masyarakat dalam membangun negara.

Untuk membaca hasil CSOSI Indonesia tahun 2014, 2015, 2016, dan 2017 silakah baca silahkan klik Indeks Keberlanjutan Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia

International Woman Day 2019

0

Konsil LSM Indonesia selalu bersama gerakan untuk perempuan dalam mencapai hak-haknya dan membebaskan dari segala bentuk kekerasan dan ketidak adilan gender.

Gong Xi Fa Cai 2019

0

Konsil LSM Indonesia Mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2570

Pisah Sambut Direktur Eksekutif Konsil LSM Indonesia 2019

0

Kami sampaikan Selamat Tahun baru 2019 kepada Ibu/Bapak lembaga
mitra dan anggota Konsil LSM Indonesia. Semoga di tahun 2019, LSM Indonesia semakin mampu
berkontribusi positif untuk kemajuan demokrasi kita, terutama dalam proses pemilu Legislatif dan
Presiden yang akan berlangsung di tahun ini. Sebagai salah satu aktor demokrasi, harapannya LSM
juga semakin mendapat kepercayaan publik, yang pada akhirnya dapat berdampak pada
pembangunan yang berkeadilan di Indonesia.
Selanjutnya, dengan ini kami memberitahukan bahwa Direktur Eksekutif Konsil LSM Indonesia yang
dijabat oleh Sdri Serlyeti Pulu (Jan 2017-Des 2018) kini telah digantikan oleh Sdr. Misran Lubis yang
secara resmi mulai menjabat pada bulan Januari 2019. Kami mengucapkan terima kasih kepada Sdri.
Selyeti Pulu yang sudah melakukan tugas selama 2 (dua) tahun dan sekaligus menyambut dan
menyampaikan selamat datang kepada Sdr. Misran Lubis untuk melanjutkan kepemimpinan di
Sekretariat Konsil LSM Indonesia.
Kami sampaikan juga bahwa Sdr. Misran Lubis sebelumnya telah bergabung dengan KonsilLSM
Indonesia sebagai anggota Komite Pengarah Nasional (Dewan Pengurus). Semoga dengan terpilihnya
Sdr. Misran Lubis sebagai Direktur Eksekutif Konsil LSM Indonesia terus dapat melaksanakan tugastugasnya
dalam mempromosikan peningkatan akuntabilitas LSM di Idnonesia. Di samping itu kami
juga berharap kerjasama dengan lembaga-lembaga mitra terus dapat berjalan dengan baik dan
produktif.
Demikian pemberitahuan yang dapat kami sampaikan. Atas kerjasama dan perhatian yang diberikan,
kami sampaikan banyak terima kasih.

Salam Akuntabilitas,

Frans Toegimin
Ketua Komite Pengarah Nasional
Konsil LSM Indonesia (Indonesian NGO Council)

Materi dan Bahan Diskusi Publik dan Peluncuran CSOSI 2017 – 12 Des, 2018

0

Terimkakasih telah menghadiri / mengikuti Peluncuran Civil Society Organization Sustainability Index 2017 yang diselenggarakan oleh Konsil LSM Indonesia atas dukungan dari USAID Indonesia, FHI 360 dan ICNL.

Bagi teman-teman yang tertarik untuk mendapatkan materi presentasi, PDF, dan foto silahkan Klik

Atau KLIK DISINI

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi 081318333869 (Whatsapp)

Undangan Peluncuran CSO SI 2017 dan Diskusi Publik

0

Yth rekan-rekan LSM

Semoga Bapak/Ibu dalam keadaan sehat dan berbahagia.

Melalui surat ini, Konsil LSM Indonesia bermaksud mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri Dialog Publik “Lingkungan Hukum dan Keberlanjutan Finansial: Tantangan Terbesar CSO di Indonesia Saat Ini”, yang merupakan bagian dari Peluncuran Laporan CSO Sustainable Index 2017.  Semoga bapak/ibu berkenan atas undangan kami.

Sebagai salah satu organisasi payung di tingkat nasional, sejak berdirinya Konsil LSM Indonesia memiliki mandate untuk memperjuangkan kepentingan LSM. Saat ini Konsil LSM memiliki anggota sebanyak 108 LSM yang tersebar di 19 provinsi. Untuk melakukan mandatnya, salah satu upaya yang dilakukan oleh Konsil LSM adalah mengembangkan pengukuran keberlanjutan OMS yang didukung oleh USAID melalui FHI360 dengan nama CSO Sustainability Index Report setiap tahun sejak tahun 2014. Laporan ini diharapkan menjadi salah satu rujukan bagi pemerintah, donor, kalangan CSO, dan semua pihak untuk mengembangkan berbagai upaya memperkuat peran organisasi masyarakat sipil dalam pembangunan demokrasi. Terkait dengan hal tersebut kami ingin meminta kesediaan Bapak/Ibu untuk menghadiri diskusi. Kegiatan ini akan dihadiri oleh Pemerintah, Komunitas Donor, Agen-Agen Pembangunan Internasional, CSO Nasional dan Internasional, Media, dan filantropi.

Peluncuran laporan CSO SI tahun 2017 akan dikemas dalam dialog interaktif yg rencananya akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal              : Rabu,12 Desember 2018

Waktu                         : Pukul 09.00-12.30 WIB

Tempat                        : Hotel AONE, Jl. Wahid Hasyim No.80, Jakarta Pusat

                                     Ruang Semanggi Lt. 2, Tower 3

Untuk mendapatkan gambaran tentang kegiatan tersebut dalam lampiran kami kirimkan TOR Diskusi dan Laporan CSO SI 2017.  Jika ada hal-hal yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut, silakan menghubungi penanggung jawab kegiatan ini a.n Fahd Riyadi di 021-29475588, HP. 081510099570 dan OC a.n Chumaeroh (Ayoh) HP: 08158215821 atau melalui email ke sekretariat@konsillsm.or.id.

Demikian undangan ini kami sampaikan, besar harapan kami agar Bapak/Ibu berkenan hadir dalam kegiatan kami tersebut. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Sebagai referensi bacaan, silahkan unduh CSOSI Indonesia 2017 klik

https://konsillsm.or.id/laporan-cso-sustainability-index-for-asia-2017/?lang=en

Untuk Konfirmasi Silahkan Kik

Atau

KLIK DISINI

MODUL TRAINING OF TRAINER (TOT) : Pemantauan implementasi prinsip-prinsip bisnis dan HAM di UMKM di Indonesia

0

 

MODUL TRAINING OF TRAINER (TOT)

Pemantauan implementasi prinsip-prinsip bisnis dan HAM di UMKM di Indonesia

KLIK GAMBAR UNTUK DOWNLOAD

 

Alternative Link

Kenapa OMS Harus Membangun Akuntabilitas Organisasinya?

0

Dalam Dynamic Accountability Week 12-16 November, akuntabilitas bagi CSO menjadi kampanye global yang disuarakan banyak OMS di seluruh dunia. Bagaimana dengan Indonesia, apakah isu akuntabilitas OMS juga mendapatkan perhatian? Dibandingkan isu-isu lain seperti HAM, lingkungan, dan Korupsi; Isu kuntabilitas OMS di Indonesiatidak mendapat perhatian bagi kalangan OMS secara luas. Berdasarkan data yang dipaparkan La Ode Ahmad Balombo, Direktur Ormas Kementerian Dalam Negeri saat menjadi panelis dalam diskusi publik CSO Sutainnability Index yang diselenggarakan oleh Konsil OMS Indonesia pada Oktober 2018 lalu, terdapat lebih dari tiga ratus ribu OMS terdaftar di Kementerian Dalam Negeri. Namun banyaknya OMS di Indonesia tersebut tidak berbanding lurus dengan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, asumsi tersebut didukung hasil riset yang di publikasikan oleh Smeru, bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap OMS masih sangat rendah, yakni 64% dan menempatkan citra OMS lebih rendah daripada entiras Bisnis, Pemerintah dan Media.

Kepercayaan dan manfaat OMS yang dinilai rendah oleh masyarakat sungguh menjadi ironi bagi demokrasi di Indonesia, disaat masyarakat masyarakat merasa ruang demokrasi semakin berkurang dan dan terbatas, dan keberpihakan negara terhadap rakyat belum maksimal. Masyarakat sangat mengharapkan kehadiran OMS dapat menjadi representasi aspirasi dalam menyuarakan pendapat, menuntut hak, dan mewakili ekspresi masyarakat. Namun, demikian fakta OMS di Indonesia berbalik 180 derajat dari harapan masyarakat dan visi demokrasi Indonesia. Banyak OMS di Indonesia justru berdiri untuk dapat berkolusi dengan pejabat atau oknum, menekan masyarakat, dan mengambil keuntungan pribadi atas nama demokrasi.

Lantas, apakah OMS masih dibutuhkan masyarakat saat ini? Apakah OMS masih memiliki peran dalam menegakan demokrasi, menjadi gerakan partisipatif yang anti korupsi? Masih, itulah yang Konsil LSM Indonesia perhatikan dalam menyikapi dinamika demokrasi di Indonesia. Konsil LSM Indonesia melihat bahwa deokrasi di Indonesia masih membutuhkan peran dan partisipasi OMS. Namun, akuntabilitas yang seharusnya menjadi bagian dan identitas integral OMS menurut Konsil LSM Indonesia belum terpatri secara masif, dan menjadi prinsip arus utama OMS di Indonesia.  Akuntabilitas merupakan suatu kewajiban dalam menjalankan hak-hak berorganisasi OMS, dengan terlaksananya tata kelola dan tata kerja organisasi yang akuntabel, keniscayaan apa yang dianggap buruk dan dikhawatirkan OMS dimata publik akan berubah, masyarakat akan semakin melihat dan merasakan manfaat dari OMS dan memiliki kesadaran akan pentingnya OMS sebagai intrumen demokrasi, sebagai wadah pergerakan dan ruang ektualisasi masyarakat.

Lantas, bagaimanakah akuntabilitas menurut Konsil LSM Indonesia? Dan bagaimanakah LSM menjalankan  organisasinya supaya akuntabel. Menjawab hal tersebut, Konsil LSM Indonesia menyusun buku Standar Akuntabilitas LSM, dalam buku tersebut, Konsil LSM Indonesia menakankan 7 prinsip akuntabilitas, secara sederhana ketujuh Standar Minimal Akuntabilitas LSM tersebut seperti berikut:

Standar 1 : Tata pengurusan yang baik

Standar 2: Manajemen staf yang profesional

Standar 3: Manajemen keuangan yang terbuka dan terpercaya

Standar 4: Partisipasi Bermakna Masyarakat Dampingan dalam Pengambilan Keputusan Strategis

Organisasi

Standar 5: Penanganan pengadua

Standar 6: Transparansi informasi

Standar 7: Pencegahan konflik kepentingan

Buku ini ditulis untuk digunakan oleh Pengurus (Board), Manajemen, dan Staf dari anggota Konsil

LSM Indonesia dan diharapkan dapat digunakan oleh Board, Manajemen dan Staf dari komunitas LSM di Indonesia pada umumnya.

Dengan menerapkan 7 standar minimal tersebut, Konsil LSM Indonesia meyakini akan menjawab semua kegelisahan dan citra negative yang melekat pada OMS di Indonesia.

Ikuti terus seri artikel #DynamicAccountability, kami akan memaparkan satu persatu standar minimal akuntabilitas menurut Konsil LSM Indonesia.

Next Article:
Tata pengurusan yang baik