Publikasi Hasil Riset Konsil LSM Indonesia bersama Kemen PPPA

Kata Pengantar

Terwujudnya kesetaraan gender ditandai dengan tidak adanya diskriminasi baik terhadap laki-laki maupun perempuan. Namun hal tersebut belum sepenuhnya terlaksana di Indonesia. Diskriminasi dan ketidaksetaraan gender itu masih saja terjadi. Dalam Gender Development Index (GDI) menunjukkan bahwa kesetaraan gender di Indonesia masih belum mencapai posisi terbaiknya. Pada Tahun 2022, Indonesia masih berada pada peringkat ke-92 dari 146 negara dan peringkat ke-6 dari 10 negara ASEAN.

Dalam mewujudkan kesetaraan gender, Indonesia masih memiliki tantangan yang sangat kompleks, baik secara tradisi, budaya, pemahaman keagamaan, serta kondisi sosial masyarakat setempat. Pemerintah pusat dan daerah telah menunjukkan komitmennya pada penyelenggaraan strategi pengarusutamaan gender (PUG) dalam 7 (tujuh) proses pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, pengawasan (audit), dan pelaporan. Namun tentunya pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, dibutuhkan dukungan dan kolaborasi multipihak (pentahelix), salah satunya peran penting lembaga masyarakat.

Partisipasi dan peran serta lembaga masyarakat sangat membantu upaya mewujudkan kesetaraan gender, kehadiran dan manfaatnya dapat dirasakan oleh pemerintah dan juga masyarakat. Namun banyak diantara lembaga masyarakat yang selama ini bekerja di tingkat akar rumput (grassroot), sehingga keberadaan maupun kerja nyatanya tidak diketahui oleh pemerintah. Oleh karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memandang perlu untuk melakukan pemetaan dan mengidentifikasi sejauhmana peran, praktik baik, strategi dan tantangan yang ada di lembaga masyarakat dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan Perempuan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Konsil LSM Indonesia dan seluruh lembaga masyarakat yang telah berkontribusi, mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran dan materi dalam penyusunan profil ini. Semoga dengan kolaborasi yang kuat dari semua pihak dapat mempercepat terwujudnya kesetaraan gender di Indonesia.

Tim Peneliti

Share this article

Berita Lainnya

Related articles