Advokasi Swakelola Tipe 3, OMS Yogyakarta Lahirkan Jogja AIDS Coalition

Konsil LSM bersama dengan Indonesia AIDS Coalition (IAC) dengan dukungan pendanaan dari UNAIDS mengadakan Workshop Penyusunan Concept Note Penanggulangan HIV/AIDS di Yogyakarta selama dua hari pada Senin dan Selasa, 12-13 Desember 2002, di Santika Premiere Yogyakarta.

Peserta workshop merupakan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Yogyakarta yang bergerak di isu HIV/AIDS ataupun masih terkait dengan isu utama yang mereka advokasikan. Mereka adalah Siklus Indonesia, Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Yogyakarta, Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)Kota Yogyakarta, Yayasan Kebaya Yogyakarta, UPKM CD Bethesda, Yayasan Vesta Indonesia, Yayasan Sanggar Inovasi Desa, YSID, Yayasan Victory Plus Yogyakarta, dan Jaringan Indonesia Positif (JIP).

Workshop Penyusunan Concept Note tersebut menjadi program lanjutan dari pelatihan lobi dan advokasi yang telah dilakukan sebelumnya pada Agustus 2022. Lima bulan berselang usai pelatihan, kegiatan lobi dan advokasi telah berlangsung dengan beberapa Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) sasaran atau yang masih terkait. OMS di Yogyakarta telah berhasil merumuskan enam isu strategis untuk rencana strategi advokasi Penanggulangan HIV/AIDS: pertama, tidak diterimanya Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan Anak Dengan HIV/AIDS (ADHA) dalam shelter/panti/rumah aman; kedua, data base soal ODHA/ADHA tidak update; ketiga, serapan Dana Istimewa yang rendah; keempat, minimnya penanganan HIV/AIDS di kalangan petugas kesehatan dan remaja produktif; dan kelima, tidak adanya dukungan pemerintah untuk melanjutkan pendampingan sebaya serta keenam tidakw optimalnya penanganan ODHA di lapangan.

20221212_104230[1]
20221212_110031[1]
20221212_112926[1]
20221212_115212[1]
20221212_134851[1]
20221212_134911[1]
20221212_143749[1]
20221212_160059[1]
20221213_095019[1]
20221213_174331[1]

Previous
Next

Pasca pelatihan/FGD, kegiatan-kegiatan yang kemudian telah dilakukan di antaranya yaitu Pemetaan Kemitraan dan Kontrak Sosial OMS HIV di Yogyakarta yakni fasilitasi pembuatan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) oleh KESBANGPOL Yogyakarta, Koordinasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Sosialisasi Program CSS-HR IAC dan Diseminasi Hasil Assessment Civic dan Fiscal Space Kota Yogyakarta, Lokakarya Peningkatan Kapasitas CLM, Koordinasi MOU & KAK Bersama Dinkes Yogyakarta, Pertemuan dengan Dinkes Sleman dan Dinsos Bantul, dan Koordinasi rencana Kerjasama VCP-Walikota bersama Setda Hukum, Dinkes, & Setda Perekonomian dan Kerjasama. Capaian di Yogyakarta cukup signifikan dibandingkan daerah lain.

Menurut penyampaian dari TO Yogyakarta, Zidny, hasilnya ditemukan bahwa OPD di Yogyakarta masih ada yang asing pada isu HIV/AIDS serta nampak belum memiliki kepentingan karena merasa bahwa isu tersebut hanya milik mereka yang ada di bidang kesehatan. OPD belum mengenal OMS HIV/AIDS di Yogyakarta. Belum semua OPD juga memahami mekanisme kerjasama menggunakan swakelola tipe 3. Kemudian ada pula soal birokrasi yang rumit seperti misalnya ada pergantian tiba-tiba wakil dari OPD tersebut.

Selama dua hari workshop, para peserta saling belajar dan berbagi mengenai penyusunan Concept Note yang efisien dan efektif juga bedah bersama serta praktik dan diskusi Renstra dan SIRUP (Cek APBD 2022). Kegiatan ini pun menyepakati untuk melahirkan sebuah aliansi baru OMS HIV/AIDS untuk kerja dan advokasi lebih baik dalam penanggulangan HIV/AIDS di Yogyakarta bernama JAC (Jogjakarta AIDS Coalition).

Share this article

Berita Lainnya

Related articles