Transparansi Informasi untuk Akuntabilitas LSM : Anti-Hoax

index

Transparansi Informasi merupakan salah satu dari tujuh standar minimal akuntabilitas LSM, yang mewajibkan LSM menginformasikan secara jujur dan terbuka kepada publik. Kejujuran dan akurasi informasi ini menjadi sangat penting, karena ditengah era digital ini transparansi sangatlah mudah diukur tetapi kejujuran menjadi pekerjaan besar.

Hal ini pula lah yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia, tidak hanya kepada LSM, karena munculnya berbagai berita palsu (hoax) yang dengan ditambahkan opini, asumsi, sehingga seolah-olah menjadi kabar yang terpercaya. Kabar-kabar palsu sebenarnya muncul dari opini-opini publik terhadap suatu fenomena/lembaga. Apabila lembaga dan fenomena tidak memberikan informasi yang jujur dan transparan maka akan sangat mudah dilawan dengan berita-berita hoax.

Fenomena berita hoax yang semakin marak telah memberikan berbagai respon bagi rakyat Indonesia. Dari dilakukannya deklarasi anti hoax di berbagai daerah, sampai bagaimana pemerintah ingin membentuk badan cyber nasional. Hal tersebut tentu saja dilakukan untuk melawan berita-berita yang berasal dari sumber tidak jelas.

Di sisi lain kabar hoax bisa saja dilawan oleh kabar hoax lainnya dengan dilengkapi statistik, analisa, dan sumber-sumber yang terlihat dapat lebih dipercaya. Akhirnya kabar-kabar hoax ini memecah belah bangsa, sebagaimana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Masyarakat dengan fanatisme-fanatisme hanya mau membaca apa yang mereka ingin baca dan bahkan tidak ingin mendengar apa yang tidak ingi mereka ketahui.

Bagi lembaga swadaya masyarakat, fenomena ini menjadi pembelajaran penting, bahwa dalam memberikan berbagai informasi harus dipastikan bahwa informasi itu jujur dan transparan. Serta informasi satu pintu menjadi sangat penting, karena perbedaan-perbedaan informasi dapat menjadi bumerang yang membuat kabar-kabar hoax menyerang LSM.

Salah satu LSM yang menghiasi wajah media akhir-akhir ini dikarenakan status ‘ormas asing’, dikabarkan terjadi pada awalnya karena masalah internal yang terjadi di LSM yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu kemudian. (klik di sini

https://en.tempo.co/read/news/2017/01/10/055834372/Anti-Hoax-Movement-Behind-the-Hoax-1)

Jangan sampai berita/informasi yang kita sampaikan menyeleweng dari apa yang terjadi sebenarnya. LSM hanya dapat mewujudkan visi, misi dan menjadi aktor perubahan dengan mendapatkan kepercayaan dan dukungan publik. Kepercayaan hanya dapat diraih dengan memberikan informasi secara jujur dan terbuka (transparan).


Information Transparency is one of the seven of the NGO Accountability Minimum Standard, that states NGO provide the open and honest information to the public. The accurate and impartial information becomes important because in the digital era, transparency is very easy to measure but it is not easy to measure the honesty and impartiality of information.

That situation that mention above did happen recently in Indonesia, not only to the NGO, because of the false information (hoax) that added with opinion, assumption and looked trusted. The hoax information actually appear because of public opinion towards something (phenomenon or institution). So if the institution or phenomenon giving the complete information in the principle of honesty and transparency, it will be easy to tackle the hoax- information.

The phenomenon of hoax information that keep growing has being responded by the Indonesia citizen. From the anti-hoax declaration from all around the cities, until how the government intended to create the national institution of cyber. These are being done, of course, to tackle the hoax information from an anonymous source.

In the other side, this false information actually can handle by released another hoax information with some data, analysis and ‘more trusted sourced’. In the end, this hoax information will make disruption in the unity of our nation, as did happen in Indonesia. The society with their fanatism only want to read what they want to know but they didn’t even want to hear the thing they didn’t want to know.

For the non-governmental organisations, this phenomenon is an important lesson learned. That in giving the information, it has to ensure that the information has the principle of honesty and transparency. More than all, one door information is became really important , because the difference information from the same source will be a boomerang, which the hoax information will attack us.

One of the NGO that appears in the mainstream media for the last month, because of the ‘foreign civil society’, actually happened for the first time because of the internal problem that happened in the NGO. This is being used by certain parties for fullfil their interest (click here: https://en.tempo.co/read/news/2017/01/10/055834372/Anti-Hoax-Movement-Behind-the-Hoax-1)

Do not let the information that we disseminate are different with what are actually happen. The NGO only can implement their vision and mission, be the change-maker by getting the public trust and support. To achieve that there is only one way, whic is giving the honest and open information (transparent). Be Accountable NGO!

Share this article

Berita Lainnya

Related articles